Yuuk Bayar Hutang Segera!

Dalam sebuah grup Whatsapp, seorang teman mengirimkan gambar berikut :

 

Saya jadi tersenyum membacanya. Yahh kalo menilik kata-katanya, rasanya ini adalah hutang ke perorangan, maksud saya hutang antar teman, sodara, kerabat, yang jelas tanpa lembaga keuangan. Tentu saja, kalau hutang kepada lembaga keuangan, biasanya ada sanksi yang lumayan ditakuti penghutang, misalnya ditelpon dan diingatkan terus menerus, ada dendanya, lalu ada mekanisme debt collector. Tetapi jika yang pinjam sodara, teman kerabat, apa iya kita pakai mekanisme debt collector?

Aktivitas hutang piutang perseorangan antar teman, keuarga, kerabat sudah umum dilakukan, bahkan saya percaya hamper semua dari kita pernah mendapat permintaan hutang ini, atau mungkin bahkan menjadi yang berhutang. Repotnya, Karena dilakukan oleh orang yang dekat dengan kita, agak sungkan jika kita membuat catatannya dan bahkan menghadirkan saksi. Biasanya yang berhutang juga berjanji dan membuat hutangnya  tampaknya ringan, misalnya:

“ Pinjam sebentar ya, minggu depan saya kembalikan” atau  “pinjam dulu ya, deposito saya belum cair”, atau “uang yang saya tunggu baru lusa dibayarkan”, atau dengan yakin mengatakan “Saya nunggu gajian  jadi pinjam sebentar aja kok, begitu terima gaji saya kembalikan”

Wah kalau sudah begini, rasanya berat untuk tidak meminjamkan, terlebih yang meminjam beralasan deadline pembayaran uang pendaftaran sekolah anak, uang kuliah, bayar rumah sakit dll. Tetapi saat pinjaman harus dikembalikan, dan uang yang ditunggu sudah ditangan, Kebanyakan (tidak semua lho), sipeminjam “lupa” kalau uang itu harus dikembalikan. Saat uangnya sudah ada, “kok sayang ya dikembalikan sekarang, sebentar lagi ada keperluan besar juga yang butuh dana. Daripada dikembalikan, lebih baik ditunda dulu, mumpung yang meminjamkan diam saja, tidak menagih, pasti dia banyak uangnya”. “Daripada dikembalikan sekarang, kemudian pinjam lagi, lebih baik sekalian aja dikembalikan nanti-nanti”.

Ada juga yang menelpon dan meminta penundaan, bahkan minta diikhlaskan, kalau sudah begini yang dipinjami mulai jengkel, apalagi kalua dana tersebut sudah dianggarkan untuk keperluan tertentu. Terlebih biasanya yang punya “nyali” untuk minta ditunda ini adalah teman sodara atau kerabat sendiri yang kita tahu kehidupannya lebih baik dari diri kita. Karena disiplin mengelola uang, semua keperluan sudah kita anggarkan jauh-jauh hari, sedang orang tersebut tampaknya bermewah-mewah dalam menggunakan uangnya. Waah kalau keadaanya seperti ini, rasanya jengkel, marah, lalu curhat “ghibah” pada orang lain.

Mari kita pelajari hadist dan ayat Al Quran tentang hutang piutang ini.

“Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jika ceritanya seperti diatas,  maka sekarang ini yang zalim adalah si penghutang, dan pemberi hutang dizalimi. Sedangkan kita tahu doa orang yang dizalimi langsung diijabah Allah. Bayangkan jika dia berdoa (Karena kesalnya)

“ Ya Allah, beri hamba rezeki yang banyak dan halal, dan biarkan dia  (si penghutang) terus bersama hutang-hutangnya hingga maut menjemput”

Doa yang menyeramkan bukan? Bagaimana jika dikabulkan Allah? Silahkan dimaknai sendiri….

(Bersambung)

Masih kesulitan mengatur keuangan keluarga sampai harus sering berhutang?

Ikuti pelatihan merencanakan dan mengelola keuangan keluarga secara Islami bersama Amanahsharia. Bisa juga berikan link ini kepada orang yang berhutang pada Anda 🙂

Tunggu pengumuman berikutnya

Posted in Keuangan Syariah, Perencana Keuangan Syariah, Tips Keuangan Tagged with: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*