Siasat Jadi Ibu Hemat, Cermat dan Kreatif (2)

Oleh : Wina Tresna Rahayu

Tulisan sebelumnya

MANFAATKAN WAKTU DISKON ATAU OBRALAN

Diskon atau obralan adalah momen yang paling dinantikan. Apalagi kalau sudah mempunyai barang incaran, diskon bagai durian runtuh. Namun, efek buruknya adalah kita selalu membeli sesuatu yang tidak diperlukan. Perlu kedisiplinan untuk mengatur belanja, termasuk pada waktu diskon. Ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan kita.

Shinta menganjurkan, meskipun kita belanja dengan harga titik terendah, tapi tetap bijak untuk membeli barang seperlunya saja. “Kalaupun kita datang ke tempat yang sedang obral, itu karena kita memang butuh barangnya, bukan sekedar window shoping .Karena itu yang biasanya membuat kita tergoda,” terangnya. Agar efektif, lihatlah iklan di beberapa koran. Biasanya ada momen-momen tertentu dimana toko memberikan diskon besar yang dimuat disurat kabar. Nah mungkin barang yang kita cari ada diantaranya.

 

BERKREASI DIRUMAH

Kecenderungan bagi para orang tua yang bekerja akan menghabiskan quality time dengan anak-anak di akhir pekan. Sayangnya, agendanya tidak jauh dari jalan-jalan atau rencana makan diluar.bagi suami istri yang bekerja, agenda rutin yang memanjakan anak dengan pergi setiap pekan rekreasi atau makan di luar mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan keuangan mereka. Karena,  merasa aman dengan sumber pendapatan. “Namun, berbeda dengan mereka yang hanya mempunyai satu sumber, yaitu suami. Akan tetapi, sisi positifnya istri lebih bisa berkreasi dirumah,” papar Shinta.

Misalnya, dengan membuat scrapbook di rumah yang bisa dilakukan seluruh anggota keluarga. Atau bercocok tanam, berolahraga dan sebagainya. Nah supaya  lebih istimewa, buatlah makanan yang spesial untuk seluruh anggota keluarga.

Agar lebih menarik, sempatkan melihat resep-resep di majalah atau internet untuk memperkaya kreasi  masakan kita dirumah. Atau, jangan sungkan untuk meminta resep kepada teman-teman yang pintar memasak untuk dipraktikkan dirumah. “Dari persoalan makan kita bisa berhemat. Apalagi kalau kita sajikan makanan seperti di luaran, apa yang kita makan dan kita jajan itu sama, tapi beda harga.

Namun, bukan berarti jalan-jalan atau makan di luar rumah dilarang sama sekali. Sesekali tak apa menikmati suasana lain dari rumah. “Intensitasnya saja dikurangi, misalnya lakukan sebulan sekali. Jadi, uang bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain,” terangnya

Selain itu, kreasi ibu juga diperlukan untuk menahan hasrat jajan anak-anak. Misalnya dengan membawakan bekal sekolah berupa bento atau nasi goreng telur dadar dengan hiasan mata dan hidung dari sosis. Hal itu bisa meningkatkan selera makan anak sehingga mengurangi mereka untuk jajan di luar.

 

BERWIRAUSAHA

Mencari nafkah memang kewajiban suami. Namun, tak ada salahnya pula jika kita berperan membantu perkonomian keluarga. Karena hal itu akan diganjar Allah sebagai sedekah kita kepada keluarga. Upaya kemandirian finansial bisa kita wujudkan dengan berwirausaha. Anda bisa  memilih cara berjualan melalui online sehingga hemat waktu, tenaga, dan Anda tetap bisa mengurus keluarga sambil berdagang.

Apa yang harus dijual? Apa saja bisa dijual, mulai dari makanan  hingga alat-alat rumah tangga. Tergantung kreativitas kit manejual dan berpromosi. Apa yang kita jual bisa dari sesuatu yang kita sukai atau inspirasi dari komunitas kita. “Karena itu, lingkungan dan juga komunitas akan menentukan kita menjadi kreatif atau tidak. Kalau kita berkumpul dengan orang-orang yang kreatif, Insya Allah kita juga akan terbawa kreatif,” tandasnya. (Habis)

Sumber : Majalah AULIA

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Keuangan Syariah, Motivasi, Perencana Keuangan Syariah, Tips Keuangan Tagged with: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*