Siapa Yang Membutuhkan Asuransi?

asuransiBanyak orang yang mengikuti asuransi karena peran agen asuransi, yang menyodorkan produk-produk asuransi dari perusahaan tempatnya bekerja. Kadang karena tidak enak terus-menerus menolak tawaran agen, seseorang terpaksa membeli produk asuransi tersebut. Saya juga demikian. Seminggu setelah resepsi pernikahan kami, sepupu suami datang berkunjung kerumah kami dan akhirnya menawarkan asuransi. Mana bisa menolak? Akhirnya suami membeli produk asuransi tersebut. Saya pribadi juga membeli asuransi pendidikan anak saya karena adik saya yang saat itu menjualnya.
Sebenarnya, jasa para agen asuransi cukup besar dalam mengedukasi calon klien-nya tentang asuransi, tapi mereka juga dikejar target penjualan serta perlu income buat dirinya. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana akan menjadi perencana keuangan yang ideal untuk kliennya? Yang paling baik adalah para calon klien tahu kebutuhan asuransi untuk dirinya dan memanggil agen asuransi untuk minta dibuatkan perhitungan yang sesuai dengan kemampuan keuangannya.

Jadi siapa yang membutuhkan asuransi?

Asuransi jiwa diperlukan oleh Anda yang memiliki tanggungan. Tanggungan adalah orang-orang yang bergantung secara financial kepada Anda. Misalnya Anda seorang kepala keluarga memiliki tanggungan istri dan anak bahkan orang tua Anda, bila mereka bergantung secara financial kepada Anda. Jadi anak-anak anda yang masih bergantung pada Anda tidak perlu diasuransikan. Jangan terkejut, bila ada sebuah keluarga yang mengasuransikan kepala keluarga, istri dan bahkan anak-anaknya, karena tidak dapat menolak tawaran untuk membeli produk asuransi dari agen yang merupakan teman, kerabat bahkan sahabat mertuanya. Bagaimana cara menghitung besarnya uang pertanggungan yang diperlukan?

Konsep perhitungan kebutuhan asuransi jiwa yang biasa digunakan perencana keuangan adalah Human Life Value dan Income Based Value. Human Life Value atau nilai kehidupan seseorang, adalah menentukan seberapa besar kebutuhan keuangan yang diperlukan seseorang untuk menghidupi tanggungannya, sampai mereka menjadi mandiri secara finansial atau sampai batas penanggung memasuki usia  pensiun, denagan demikian tidak lagi memiliki penghasilan dan tidak menjadi penanggung. Income Based Value atau nilai perlindungan berdasarkan penghasilan penanggung. Penghasilan yang diperoleh seseorang tiap bulan  akan digantikan oleh dana yang juga diinvestasikan sehingga memperoleh hasil yang sama dengan penghasilan yang hilang tersebut.

Contoh : Tuan A, usia 36 tahun, memiliki penghasilan Rp. 5 juta sebulan, memiliki seorang istri dengan 2 anak usia 4 dan 6 tahun. Berdasarkan Human Life Value maka perkiraan uang pertanggungan yang diperlukan adalah Rp. 5 juta X 12 bulan X 18 tahun (anak terkecil lulus kuliah S1) = Rp. 1.080 juta Berdasarkan Income Based Value maka uang pertanggungan yang diperlukan kira-kira sebesar : Rp. 667 juta ( dengan asumsi tingkat bagi hasil investasi rata-rata adalah 0.75 % perbulan). Dengan uang sebesar itu, akan dapat memberikan penghasilan Rp. 5 juta perbulan jika didepositokan di sebuah bank Syariah.

Berapa premi harus yang harus dibayarkan? Untuk perhitungannya tentu saja harus di dasarkan pada usia, gaya hidup (sehat atau tidak) dll. Namun untuk mudahnya, premi term life biasanya sekitar 0.4% dari uang pertanggungan. Jadi berdasarkan HLV kira-kira Rp. 4 juta pertahun atau untuk IBV kira-kira Rp. 2,7 juta pertahun.

Bagaimana perhitungan untuk perencanaan keuangan syariah? Karena adanya perintah untuk tidak meninggalkan ahli waris (anak-anak) dalam keadaan lemah dan tidak meminta-minta, maka cara perhitungan IBV maupun HLV bisa saja digunakan. Namun ada juga perhitungan yang didasarkan atas perintah untuk memberi istri tempat tinggal dan nafkah selama setahun setelah suami meninggal (QS 2:240), maka perhitungannya menjadi :

Income yang diperoleh suami adalah Rp. 5 Juta, dan diberikan ke istri sebesar Rp 4 juta (misalnya).  Maka menjadi Rp 48 juta setahun. Istri mendapat bagian 1/8 dari jumlah waris, sehingga total uang pertanggungan minimum yang diperlukan adalah Rp. 48 juta X 8 = Rp 384 juta, dan premi asuransinya kira-kira Rp. 1,6 juta pertahun.

Siap untuk memiliki asuransi? segera buat perhitungannya dan cari agen asuransi syariah yang (kalau bisa) direkomendasikan baik oleh orang yang Anda kenal.

By Shinta Rahmani

http://bit.ly/160AY9X

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Asuransi, Investasi Syariah, Keuangan Syariah, Perencana Keuangan Syariah, Tips Keuangan Tagged with: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*