Mengatur Keuangan Selama Ramadhan (Re-post)

mengatur-keuanganMemasuki awal puasa, bisa jadi para mentri keuangan keluarga  yang umumnya ibu-ibu pasti sudah pusing menghadapi lonjakan kenaikan harga. Semua naik, karena belum lama kita menghadapi kenaikan BBM dan sekarang bulan Ramadhan, yang setiap tahun selalu diikuti  kenaikan harga barang-barang.

Setiap tahun kita menghadapi persoalan yang sama. Tahun lalu, juga kerepotan dengan pengeluaran selama Ramadhan yang membengkak. Tahun ini lebih parah lagi karena sebelum bulan Ramadhan harga BBM naik, sehingga barang-barang sudah naik sebelum puasa dimulai, dan ketika sudah masuk Ramadhan harganya naik lagi. Tahun depan? Percaya deh, harga-harga pasti naik juga. Jadi ini persoalan yang sama dari tahun ke tahun.

Sebagai pegawai kita akan dapat THR dari pemberi kerja, atau dari kantor suami. Kalau wiraswasta, pada umumnya, kita akan dapat peningkatan penjualan, yang berarti peningkatan pendapatan. Tapi, kita pasti punya kebutuhan untuk juga memberi THR pada orang-orang yang bekerja pada kita, seperti asisten RT, baby sitter, supir, mungkin juga satpam. Persiapan untuk lebaran tentunya perlu dana yang tidak sedikit. Apalagi kalau masih mengikuti tradisi pulang kampong, tidak hanya sebatas biaya perjalanan dan akomodasi, tapi juga menyiapkan dana untuk beli oleh-oleh atau bingkisan lebaran bagi orang-orang yang terdekat, serta salam temple buat para keponakan, dan kerabat. Selain banyak mengeluarkan Infaq dan shodaqoh dibulan ini, masih banyak juga orang-orang yang membayar zakat maal atau zakat harta pada bulan Ramadhan, dengan alasan, karena pahala beramal dibulan Ramadhan berlipat ganda. Kalau ini yang terjadi, pasti pengeluaran dibulan Ramadhan jadi membengkak.

Bagaimana menyiasatinya?

Sebenarnya kalau kita telaah pengeluaran dibulan Ramadhan  terdiri dari 2 komponen, yaitu pengeluaran rutin seperti yang biasa kita keluarkan setiap bulan, seperti belanja sehari-hari, bayar cicilan kredit, bayar listrik, air, telephon dll ditambah pengeluaran tidak rutin yang merupakan persiapan menyambut lebaran. Kalau dijumlahkan maka hasilnya pengeluaran yang membengkak tadi.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kita lakukan :

  1. Catat semua pengeluaran. Pencatatan ini harus detil. Jangan hanya mencatat misalnya, hadiah lebaran untuk keluarga, tapi catat juga siapa yang akan diberi dan berapa banyak.
  2. Pisahkan dulu pengeluaran rutin dan tidak rutin. Pengeluaran rutin tentu anggarannya sudah tersedia, yaitu dari uang yang biasa Anda sediakan setiap bulannya. Sedangkan pengeluaran tidak rutin/pengeluaran menyambut lebaran, biasanya jumlahnya tidak banyak berbeda dari tahun ketahun.
  3. Susun prioritas untuk semua rencana pengeluaran Anda. Pengeluaran rutin yang dananya sudah tersedia tentu sudah tidak menjadi masalah lagi. Sedangkan pengeluaran insidentil menyambut lebaran yang jumlahnya besar yang harus kita perhatikan.
  4. Susun anggaran untuk kedua pengeluaran tersebut. Anggaran ini harus nyata, jangan dilebihkan atau dikurangi. Misalnya menganggarkan untuk memberi bingkisan keluarga sendiri anda buat anggarannya kecil tapi sebenarnya dihati Anda, inginnya memberi lebih banyak. Kenyataannya nanti Anda mengeluarkan dana yang lebih banyak dari anggaran Anda.
  5. Analisa anggaran yang telah Anda buat, dan tetapkan strategi pendanannya berdasarkan skala prioritas tersebut
  6. Patuhi anggaran Anda.  Anda bisa melakukan penghematan, misalnya dengan berbelanja ditempat yang lebih murah, jauh  hari sebelum Ramadhan. Dengan cara ini akan menghindarkan Anda untuk berkali-kali pergi ketempat berbelanja yang akan menggoda Anda membeli yang tidak diperlukan.

Jangan berbelanja disaat lapar, karena biasanya kita akan cenderung membeli lebih banyak dari yang diperlukan.

Usahakan  tidak menggunakan kartu kredit sebagai sarana hutang untuk menutupi kekurangan uang menyambut lebaran. Peran pengendalian diri memang menjadi kunci dari perencanaan keuangan.  Jangan lagi mencari pembenaran bahwa lebaran yang setahun sekali ini, belum tentu Anda temui tahun depan, jadi kalo perlu berhutang demi membahagiakan orang-orang yang Anda sayangi. Anda harus tahu bahwa Lebaran itu hanya satu hari, dan bisa Anda lewati tanpa perlu berhutang. Tidak layak jika melewati satu hari dengan hutang yang harus Anda bayar beberapa bulan.

Mudah-mudahan itu cukup membantu Anda menyiasati pengeluaran dibulan Ramadhan ini.

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Perencana Keuangan Syariah, Tips Keuangan Tagged with: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*