Melalui Perencanaan Keuangan Syariah, mari jadikan Islam Sebagai Jalan Hidup

Kita sudah tak asing lagi mendengar kata Perencana keuangan, begitu juga perencanaan keuangan secara syariah.  Sejak keuangan syariah mulai marak dikenal masyarakat, begitu juga bermunculan konsultan perencanaan keuangan secara syariah. Ada yang terang-terangan mencantumkan kata syariah dalam menawarkan jasanya, ada pula yang malu-malu, dalam arti tidak mengatakan lembaganya adalah lembaga syariah namun menawarkan jasa perencana keuangan syariah, bahkan sering mengedukasi masyarakat mengenai perencanaan keuangan syariah dan  mengajak berinvestasi secara syariah.

Apapun caranya, mengajak secara terang benderang ataupun secara  tak kasat mata, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menyebarkan pengetahuan keuangan syariah pada masyarakat sekaligus mengajak masyarakat berjihad untuk menghindari riba yang bahkan kata Rasulullah “Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun diantara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya. HR Ibnu Majah, No 2278 dan Sunan Abu Dawud, no 3331 dari Abu Hurairah.

Perencanaan Keuangan Syariah (PKS) dimulai dari pola berpikir yang tidak memisahkan Islam dalam ranah ibadah ritual saja, namun memasukkan hukum-hukum Islam dalam kegiatan sehari-hari. 5 Pilar perencanan keuangan syariah dimulai dari 1)Cara memperoleh penghasilan, 2)cara mengelola penghasilan tersebut termasuk membelanjakan dan menginvestasikan, 3)cara melindungi harta yang diperoleh dari penghasilan tersebut, 4) cara membersihkan harta yang dimiliki dan terakhir  5) cara mendistribusikan harta. “Tak akan bergerak kaki manusia pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya pada apa dia lakukan, tentang hartanya dari mana dihasilkan dan pada apa dia belanjakan” HR. Tirmidzi

1)      Memperoleh Penghasilan

Penghasilan yang diperoleh haruslah halal dan thoyib. Jika ada keraguan akan suatu penghasilan atau kita kategorikan sebagai subhat, sebaiknya dipisahkan dari sistem PKS. PKS hanya menerima penghasilan yang benar-benar halal dan thoyib. Jangan campurkan sesuatu yang jelas baik dengan yang kotor. Dengan cara ini, penghasilan yang diperoleh bukan dari  hasil korupsi, memanipulasi  maupun memperdaya pihak lain. Para ibu yang menerima penghasilan dari suaminya harus memastikan bahwa uang yang diperolehnya hanya dari sumber yang halal. Tidak ada salahnya seorang istri menanyakan hal tersebut pada suaminya, tentu dengan cara yang ma’ruf. “Rasulullah pernah menceritakan bahwa ada seorang yang bersafar kemudian menengadahkan tangannya kelangit seraya berdoa Ya Robbi, akan tetapi makanan dan minuman berasal dari barang yang haram maka bagaimana bisa doanya akan dikabulkan?” HR Muslim No. 1014

2)      Cara Mengelola Penghasilan

Telah nyata dalam Al Qur’an dan hadist cara membelanjakan harta yang dimiliki. Kita tidak boleh boros namun jangan juga kikir (QS. 25 :67). Allah lebih menyukai orang yang dermawan daripada ahli ibadah namun kikir (HR. Tirmidzi). Ada pula peringatan untuk tidak mudah berhutang. Nabi SAW bersabda “Diampunkan semua dosa bagi orang yang mati syahid kecuali jika ia mempunyai hutang kepada manusia”. HR. Muslim No. 6/38. Simak juga peringatan untuk tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah dan miskin (QS. 4:9). Dalam konteks kekinian, maka menyiapkan pendidikan bagi anak sangatlah penting, bukan hanya pendidikan akademis, namun juga keahlian untuk bertahan hidup.

Selanjutnya berbagai cara berinvestasi juga tersedia disekeliling kita, namun yang manakah yang sesuai syariah? Apa pilihan tepat bagi tiap-tiap individu dan keluarga? Mana yang lebih baik, investasi disektor keuangan, yang sering diajarkan oleh perencana-keuangan Anda, atau lebih baik disektor riil yang juga memberi manfaat bagi lebih banyak orang. Bagaimana cara nya agar tidak terjebak pada investasi “bodong?” Selain didunia, umat muslim percaya adanya kehidupan akhirat. Demikian juga investasi bukan hanya didunia namun juga untuk kehidupan akhirat. Hal-hal demikian akan diperkenalkan oleh perencana keuangan syariah kepada Anda.

3)      Melindungi Harta

Apa cara terbaik untuk melindungi harta? Jika asuransi syariah menjadi pilihan, bagaimana cara menghitung kebutuhan asuransi sesuai syariah? Mengapa kita tidak berpengetahuan agar mampu memilih asuransi syariah yang tepat untuk keluarga? Metode human life value atau income based value tentu bisa digunakan. Tapi tahukah Anda, bahwa ada cara perhitungan lain yang dilakukan sesuai perintah dalam Alquran? Bagaimana metodenya, semuanya ada dan diterapkan pada Perencanaan Keuangan Syariah.

4)      Membersihkan Harta

Kita tentu sudah tahu kalau didalam harta yang kita miliki ada sebagian milik orang miskin yang meminta-minta dan tidak meminta. (QS.51:19) Kalau demikian maka wajib bagi kita untuk mengeluarkan sebagian harta tersebut karena yang sebagian tersebut pasti bukan milik kita. Jangan takut harta anda akan berkurang, karena Anda bisa melipat-gandakannya dengan bersedekah, sesuai janji Allah, sedekah akan dibalas 10 kali lipat atau bahkan 700 kali lipat (QS.2:261). Ini janji Allah bukan janji manusia yang kadang-kadang tidak ditepati. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

5)      Distribusi Harta

Harta kita akan didistribusikan pada akhirnya. Saat kita meninggalkan dunia ini, maka harta yang  ditinggalkan akan di waris. Perintah menulis wasiat (QS.2:180 dan 240) membuat kita untuk mempersiapkan pola pendistribusian harta  sesuai syariah. Pekerjaan ini memerlukan ilmu faraidh, dan dilakukan saat kita masih dapat berpikir sehat.

 

Tujuan-tujuan  keuangan dalam PKS

Dalam perencanaan keuangan Syariah, tujuan-tujuan keuangan  yang harus dipenuhi dimulai dari menyiapkan aqiqah untuk anak yang baru lahir, memberi pendidikan dan menikahkan jika sudah saatnya. Memiliki rumah dan  kendaraan tentu juga menjadi tujuan keuangan PKS, menyiapkan dana haji, menyiapkan dana pensiun, sampai mempersiapkan investasi akhirat. Bagaimana dengan berlibur atau  memilih pendidikan yang mahal dan baik bagi anak kita? Tentu saja hal itu  tidak dilarang, jika memang mampu menyiapkannya.

Kelima pilar perencanaan keuangan syariah maupun penetapan tujuan keuangan sesuai syariah diatas cukup mewakili, betapa luas dan komprehensifnya perencanaan keuangan syariah menyentuh kehidupan keseharian kita. Dengan mengimplementasikan PKS tentu saja kita telah menjadikan Islam sebagai cara hidup kita. Pelajari dan ajarkan ilmu PKS ini pada anak-anak anda, dengan demikian bersama-sama  kita akan membangun masyarakat yang lebih baik dimasa depan, insya Allah.

Penulis : Shinta Rahmani

Posted in Keuangan Syariah, Perencana Keuangan Syariah Tagged with: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*