Masih Seputar Perencanaan Keuangan Syariah

By  Aidil Akbar Madjid – Detik finance

 

Jakarta – Kurang lebih di bulan puasa 2011, saya pernah membahas topik ini secara singkat di kolom Perencana Keuangan di detikFinance. Nah, di bulan Ramadan kali ini, kita akan lanjutkan lebih detil lagi tentang apa perbedaan esensial dari Perencanaan Keuangan Konvensional (biasa) dengan Perencanaan Keuangan Syariah (Islami).

Yang saat ini banyak didengung-dengungkan sebagai Perencanaan Keuangan Syariah adalah, melakukan Perencanaan Keuangan Konvensional kemudian ketika kita menggunakan produk keuangan maka dipilihlah produk keuangan Syariah.

Hal ini di luar negeri dikenal dengan istilah Syariah Complied. Lalu apa yang disebut dengan Islamic Financial Planning atau Perencanaan Keuangan Syariah yang dilakukan di IARFC Indonesia?

Di sini dilihat bahwa Islam tidak hanya sebagai sebuah agama saja akan tetapi juga sebuah cara hidup (Way of Life). Oleh sebab itu ketika kita melakukan Islamic Financial Planning, maka cara yang kita lakukan haruslah cara hidup dan pola fikir secara Syariah serta Perencanaan Keuangan secara Syariah.

Nah, Islamic Financial Planning atau Perencanaan Keuangan Syariah di sini dapat dikatakan berbeda. Islamic Financial Planning tidak hanya menggunakan produk keuangan Syariah, tapi dalam melakukan perencanaan keuangan, perencanaan kehidupan dan perhitungannya, semua selalu diusahakan secara maksimal untuk memenuhi seperti yang tercantum didalam Al-Qur’an dan Hadits.

Selain itu, Perencanaan Keuangan Syariah tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan duniawi saat ini akan tetapi insya Allah kita berharap dapat juga memenuhi kebutuhan Ukhrawi atau Akhirat. Apa yang kita lakukan di dunia saat ini haruslah dengan ridho dan di jalan Tuhan sehingga apa yang kita lakukan akan mendapatkan pahala baik di dunia maupun akhirat.

Di dalam ajaran Islam disebutkan bahwasanya kita harus membuat ‘tabungan’ pahala selama kita hidup di dunia sehingga ketika tiba hari perhitungan timbangan Tabungan Pahala yang kita miliki lebih besar daripada dosa yang telah kita perbuat.

Akan tetapi Pahala terkumpul atas kebaikan yang kita perbuat selama kita hidup. Sementara umur hidup manusia di dunia sangat terbatas. Secara umum umur rata-rata manusia di dunia ini sekitar antara 60-70 tahun, di mana 10 tahun pertama kita masih dalam masa kanak-kanak. Sehingga apabila dihitung hanya tersisa 50 tahun hidup bagi kita umat manusia untuk beribadah dan berbuat baik.

Akan tetapi masih terdapat 3 pahala yang masih dapat diterima ketika kita sudah tiada atau meninggal dunia dan berada di alam kubur. Ketika pahala tersebut yaitu; do’a anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat, dan amal jariah.

Dalam konsep Islamic Financial Planning, tujuan akhir dari Perencanaan Keuangan kita tidak hanya berhenti dari sisi duniawi akan tetapi insya Allah akan terus berlanjut ke akhirat dengan ketika pahala yang terus bersambung tersebut. Oleh sebab itu, segala sesuai persiapan secara keuangan di dunia ini, selalu tidak lupa untuk mengikut sertakan atau berpijakan pada ke 3 hal di atas tadi.

Konsep lain yang berbeda di dalam Islamic Financial Planning, salah satunya adalah bahwasannya seluruh perbuatan yang kita lakukan di dunia ini seyogyanya perbuatan yang baik, halal dan memberikan berkah contohnya adalah dalam mencari rizki.

Dari perbuatan yang halal dan membawa berkah inipun barulah kita melakukan Perencanaan Keuangan secara Islami yang menyangkuat di antaranya adalah: Pendapatan secara Islami, Pengeluaran secara Islami, Manajemen Utang, Perlindungan (Manajemen Resiko) secara Islami, Investasi, serta Zakat, Sedekah, Amal, dan Wakaf.

Tujuan investasi kemudian dimulai dengan perencanaan pernikahan (bagi yang belum menikah) dan perencanaan sekolah untuk menambah ilmu. Menambah ilmu tidak hanya ilmu secara duniawi tapi juga memperkuat ilmu keagamaan seperti memupuk kebiasaan membaca atau Iqra’ termasuk membaca Al-Qur’an.

Dengan membaca akan menambah ilmu kita, oleh sebab itu perencanaan pendidikan menjadi hal pertama yang sangat penting dalam Perencanaan Keuangan secara Islami. Perencanaan lainnya antara lain adalah; Perkawinan (Sunnah Rasul), Tabungan/Investasi, Memenuhi keperluan Rumah Tangga, Wasiat, Memiliki Keturunan, Mengurusi Orang Tua, Mobil, Properti, Pajak, Asuransi (Takaful), serta perencanaan Darurat (Emergency Fund) dan lain sebagainya yang akan dibahas lebih lanjut di tulisan berikutnya.

Bisa dilihat bahwa dengan melakukan Perencanaan Keuangan secara Syariah (Islami) kita tidak hanya mengharapkan ketenangan secara dunia, tapi juga mengharapkan keberkahan hidup dan ketenangan di akhirat nanti. Amin.

Sumber :  http://finance.detik.com/read/2013/07/24/070313/2312229/722/masih-seputar-perencanaan-keuangan-syariah

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Keuangan Syariah, Perencana Keuangan Syariah Tagged with: , , ,
2 comments on “Masih Seputar Perencanaan Keuangan Syariah
  1. Ridwan Hassan says:

    Assalam,

    Bapak, saya mau nanya, saya membeli satu kamar apartment type studio di Grand Taman Melati Margonda karena dekat sekali dengan kampus UI dan stasuin UI yang rencananya akan disewakan. Cara pembayarannya adalah tunai Rp 407jt atau softcash dimana bayar DP Rp 200jt dan sisanya cicil selama 2 tahun dengan jumlah menjadi Rp 447jt tentu saja selisih 40 jt mungkin saja adalah bunganya, pertanyaan saya kepada bapak mana yang lebih untung bayar tunai cash keras atau softcash?
    Terima kasih atas jawabannya, saya tunggu. Wass, Ridwan Hassan 0811491149 (mobile).

    • admin says:

      Wassalamualaikum wr wb.

      Menurut kami, kalau bapak punya uangnya tentu dibayar cash lebih murah.
      Misalkan memilih bayar cicil, uang yang Bapak simpan (sebagai akibat hanya membayar DP, sementara uangnya tersedia untuk bayar cash) belum tentu bisa menghasilkan Rp. 40 juta selama 2 tahun sebagai tambahan yang harus dibayarkan kepada developer.

      Salam,
      Yulita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*