Kolaborasi

kolaborasiTulisan ini saya dedikasikan buat teman saya yang tiba-tiba menghilang dari peredaran “our inner circle”. Tanpa menghakimi apa penyebabnya, tetapi saya pasti merasa kehilangan karena awalnya kami bertiga  punya cita-cita yang sama untuk mencapai mencapai sesuatu.

Saya sering menganjurkan pada mahasiswa dikelas saya untuk melakukan kolaborasi antar teman, karena saya suka “lelah” melihat pola persaingan yang super tajam didunia nyata, bahkan kebanyakan orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Padahal, tujuan itu bisa dicapai bersama-sama, dengan cara yang lebih manusiawi, tanpa harus mengorbankan teman, karena Islam menganjurkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan (QS. Al Maidah  ayat 2).

Saya katakan pada mahasiswa saya bahwa kalaupun seluruh kelas memiliki nilai terbaik, yaitu A dalam dunia belajar adalah diperbolehkan, dan dimungkinkan. Berbeda dengan dunia kerja yang tidak memungkinkan hal tersebut, karena hanya satu yang akan dipilih menjadi CEO, atau General manager, atau Direktur keuangan misalnya, maka pola persaingan itu pasti ada karena hanya ada satu posisi. Tetapi ketika menjadi pelajar saling bantu atau kolaborasia adalah pola terbaik, untuk bisa mendapatkan ilmu dalam cara yang secepat-cepatnya di dalam koridor yang benar.

  1. Degan kolaborasi kita tidak perlu mencoba asumsi yang kita punya. Kita memang perlu pengalaman untuk mengkayakan pemikiran kita tapi kita tidak perlu melewati nya dengan “berdarah-darah” karena bisa belajar dari pengalaman teman kolaborasi kita
  2. Kadang kita merasa apa yang kita percayai sangat powerful, dan seringkali itu yang menjadikan hambatan dalam diri kita untuk bergerak maju, tetapi dengan teman kolaborasi yang kita percayai, maka kita menjadi mampu berpikir ulang apakah yang percayai tentang sesuatu itu benar adanya, teman kolaborasi kita bisa membukakan pikiran kita.
  3. Kita tak pernah tahu sebenarnya hasil yang akan kita peroleh, dan kadangkala ini yang membuat kita sedikit bingung. Teman kolaborasi akan mengarahkan kita untuk fokus pada apa yang kita inginkan, karena dia ada untuk satu tujuan yang sama, dan bagaimana meraih yang kita cita-citakan tersebut
  4. Teman kolaborasi akan menunjukkan apa yang kadang kita abaikan, padahal itu harus diperhatikan, yang bahkan bisa jadi penyebab masalah besar bagi pencapaian tujuan kita.
  5. Mereka mempercayai. Adalah manusiawi jika kita masuk pada kondisi tidak lagi percaya diri akan bisa melakukan sesuatu yang kita dambakan. Teman kolaborasi akan terus mempercayai bahwa kita mampu dan mendorong kita kearah yang tepat untuk lebih cepat meraih tujuan.
  6. Kumpulan kebijakan, nasehat “sok tau” dari teman kolaborasi kadang menjadi pemecah masalah yang ampuh saat kita frustasi, saat tak ada kemajuan didiri kita, atau saat penghalang (mental block) yang besar ada dihadapan kita.

Jadi, mari kita berkolaborasi, mumpung masih disuasana dan lingkungan dimana kolaborasi itu sangat dimungkinkan. Sekali kita memasuki dunia kerja kembali, maka berjuta hambatan ada disana yang menghalangi kita untuk berkolaborasi, karena semua hanya mau kompetisi, yang bahkan bisa menghancurkan kita. Namun jika dunia entrepreneur adalah bidang Anda, kolaborasi ini sangat dimungkinkan, kenapa tidak mencobanya?

Shinta Rahmani

Sumber : http://shintarahmani.com/kolaborasi

Posted in Motivasi Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*