Investasi Reksa Dana Syariah Layak Dicoba

Oleh : Yudi Suharso     

Diantara sederet investasi berbasis syariah di tanah air, reksa dana syariah tergolong masih belum familiar di masyarakat kita. Padahal, reksa dana syariah tergolong menjanjikan keuntungan yang paling lumayan dbanding instrumen investasi syariah lainnya.  Lalu seperti apakah prospek investasi reksa dana syariah? Dan bagaimana caranya berinvestasi  di instrumen syariah yang satu ini?

Produk-produk keuangan syariah terus berkembang pesat saat ini. Salah satunya diantaranya adalah reksa dana syariah. Produk ini hadir sebagai salah satu pilihan bagi  masyarakat kita, yang sekarang mulai ‘ngeh’  (mengerti) untuk berinvestasi dengan cara yang sesuai dengan syariah.

Lalu seperti apakah investasi reksa dana syariah itu? Menurut pakar pasar modal syariah – M. Gunawan Yasni, reksa dana syariah adalah instrumen investasi yang bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal, dimana dana itu untuk selanjutnya akan diinvestasikan pada instrumen-instrumen di pasar modal dan pasar uang, yang sesuai dengan prinsip syariah Islam.

Lebih lanjut Gunawan, yang membedakan antara reksadanasyariah dengan reksadana konvensional adalah reksadana syariah memiliki kebijaksanaan investasi yang berbasis pada instrumen investasi  portfolio yang dikategorikan halal. Yaitu perusahaan yang menerbitkan instrumen investasi tersebut, tidak melakukan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti tidak melakukan riba, atau tidak  membungakan uang. Selain itu, perusahaan tersebut dalam pengelolaan dana reksa dana ini tidak mengizinkan penggunaan strategi investasi yang menjurus ke arah spekulasi.

Menurut Gunawan, produk reksadana syariah ini dalam tata cara operasionalnya mengacu pada  fatwa DSN-MUI No.20 tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana. Fatwa ini juga dikuatkan dengan beberapa fatwa berikutnya dari DSN MUI, seperti fatwa No 40, yang memperjelas aturan mengenai pelaksanaan investasi reksa dana syariah ini.

Nah, untuk akad dari transaksi reksa dana syariah ini adalah sebagai berikut; pemilik dana (investor) yang menginginkan investasi halal, akan mengamanahkan dananya dengan akad wakalah kepada Manajer Investasi. Reksa dana syariah dalam aqad mudharabah akan bertindak sebagai Mudharib yang mengelola dana milik bersama dari para investor. Lalu sebagai bukti penyertaan, maka investor akan mendapat Unit Penyertaan reksa dana syariah. Dana kumpulan reksa dana syariah ini akan ditempatkan kembali ke dalam kegiatan Emiten melalui pembelian efek syariah. Dalam hal ini reksa dana syariah berperan sebagai Mudharib dan Emiten berperan sebagai Mudharib  (Mudharabah Bertingkat).

Potensi return cukup kompetitif

Menurut Gunawan, reksa dana syariah adalah investasi syariah yang cukup berprospek. Investasi ini sangat cocok bagi mereka yang mempunyai sedikit kelebihan uang, diluar kebutuhan sehari-harinya. ”Reksa dana syariah, pertama, cocok untuk orang yang agak  lebih pasif dalam berinvestasi. Kedua, dia mungkin punya idle money, meski  tidak terlalu besar, kategorinya antara Rp. 1 sampai Rp. 50 juta. Kemudian dia pingin yang safe, artinya sewaktu-waktu mau dicairkan mudah. Maka reksadana syariah ini sangat cocok,” kata Gunawan.

Gunawan menambahkan, nilai return atau imbal bagi hasil reksa dana syariah ini memang cukup kompetitif, apabila dibandingkan investasi konservatif semacam tabungan atau deposito biasa di bank syariah.

Cukup menarik bukan?  Namun sebelum memutuskan berinvestasi reksadana menurut Gunawan, investor harus terlebih dahulu harus tahu tujuan berinvestasi, timeline dan besarnya uang yang akan di investasikan untuk mencapai tujuan. Sehingga dari situ investor akan tahu kira-kira mana reksa dana yang cocok untuknya berinvestasi.

“Jadi pertama, investor harus tahu keinginannya, dia akan masuk dalam strategi yang mana? Jadi kalau dia  investor pemula, yang  mungkin ingin pertumbuhannya stabil, maka lebih cocok disarankan masuk ke reksa dana syariah yang strateginya steady growth, yang banyak masuk di instrumen keuangan, seperti sukuk. Kalau investor ingin reksadana syariah yang  sekedar likuiditas cepat, dia bisa memilih reksa dana yang penempatan dana dari pesertanya ke deposito syariah. Tapi kalau dia mau yang agresif , yang mungkin dalam satu tahun, bisa untung sampai 30%, dia bisa memilih reksa dana yang akan banyak masuk ke pasar saham,” papar Gunawan.

Setelah melihat, jenis reksa dananya, lanjut Gunawan, langkah selanjutnya investor adalah melihat manajer investasinya.  Investor harus melakukan analisis terhadap manager investasi yang akan mengelola dana investasinya.

“Dari perusahaaannya, bisa dilihat dari jumlah aset under management (AUM). Semakin tinggi AUM-nya, berarti memang sudah hebat perusahaanya. Juga dari trackrecord-nya. Sudahkah berpengalaman dalam produk reksa dana syariah? Lalu juga dari sisi personilnya. Siapa direktur dari perusahaan invesment managemet ini? Siapa nanti manager investasi aktif  di dalam melakukan kepentingan transaksi beli dan jual di instrumen keuangan syariah?”  papar Gunawan lagi. *

Sumber : mysharing.co

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Investasi Syariah, Keuangan Syariah Tagged with: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*