“Investasi Reksa Dana Syariah Bukan Semata Hijrah, Tapi Keharusan”

reksadanasyariahReksa Dana Syariah, sebagai salah satu produk pasar modal syariah sudah cukup lama diperkenalkan kepada masyarakat luas di tanah air. Namun hingga kini masih banyak orang yang masih awam, atau belum paham betul dengan produk pasar modal syariah yang satu ini. Rosinu, praktisi senior pasar modal syariah saat wawancara dengan  Sharing beberapa waktu lalu pun mencoba menyigi keunggulan reksa dana syariah kepada para pembaca berikut ini.

Apa sebenarnya keunggulan strategis dari instrumen investasi reksadana syariah ini?

Untuk mereka-mereka yang sudah biasa berinvestasi di pasar modal konvensional, mereka memang perlu memiliki reksadana yang berbasis syariah. Kenapa? Ini bukan semata-mata masalah konsep atau prinsip. Tapi ini adalah untuk diversifikasi!

Kenapa diversifikasi? Karena di reksadana syariah itu, adalah kita berinvestasi pada saham-saham syariah. yang memiliki kriteria. Kriterianya, salahsatunya disamping jenis usahanya harus syariah, yang paling utama lagi adalah masalah fundamental dari perusahaannya. Dalam hal ini adalah perbandingan antara hutang yang berbasis bunga (ribawi), dibandingkan dengan modal, itu tidak boleh lebih daripada 82%. Artinya apa? Secara debt equity rationya (hutang berbanding modalnya) itu adalah di bawah satu. Artinya perusahaan ini sehat. Jadi perusahaan-perusahaan yang masuk daftar syariah itu adalah perusahaan yang sehat. Sehingga investasi di reksa dana syariah ini akan aman. Selain itu, di reksa dana syariah, kita tidak masuk pada saham-saham perbankan. Artinya apa? Ketika terjadi gejolak di saham perbankan, maka kita nggak akan kena dampak.

Sehingga intinya, reksadana syariah itu adalah sebuah keharusan, bukan sekedar masalah hijrah atau prinsip saja. Dengan perusahaannya sehat karena struktur hutangnya bagus, lalu tidak masuk ke saham perbankan yang rentan, maka reksa dana syariah adalah akan mengamankan investasi kita.

Baiklah. Kalau reksa dana syariah ini merupakan keharusan bagi investor, lalu bagaimana tips investasinya?

Kalau sudah begitu (bahwa reksa dana ini keharusan-red), sekarang investor dalam memilih reksa dana syariahnya harus jeli. Kriteria pemilihan reksa dana syariahnya, bisa melihat dari kinerja reksa dana-reksa dana syariah yang ada. Dengan melihat Nilai Aktiva Bersih (NAB), misalnya, dalam setahun, 6 bulan, 3 bulan, atau sebulan belakangan. Disamping kinerja, yang juga harus menjadi patokan adalah melihat komitemen si pengelola reksa dananya. Jangan sampai si pengelola mempunyai produk reksa dananya terlalu banyak, sehingga fokusnya terhadap produk reksa dana syariah bisa jadi agak berkurang. Untuk fokus ini, juga bisa dilihat dari portofoli investasinya. Investor dapat menanyakan pada manager investasi, portofolionya itu masuknya ke saham-saham apa saja? Saham di industri apa saja. Lalu pemilihan saham-sahamnya juga harus dilihat. Apakah masuk ke saham-saham yang blue chip? Atau saham-saham yang kurang bagus? Selanjutnya, adalah melihat dari sisi fun managernya. Harus dlihat siapa orang dibalik perusahaan management investasi ini Dia punya track record atau tidak? Jam terbangnya di pasar modal sudah sampai sejauh mana?

Lalu apa lagi yang harus kita perhatikan dengan cermat untuk investasi reksadana syariah ini?
Di luar itu semua, lihat juga komitmen perusahaan manager investasinya untuk ke depannya. Dia fokus atau tidak untuk mengembangkan reksa dana syariah ini? Karena saat ini ’kan, mungkin banyak produk reksa dana syariah yang barangkali hanya sebagai variasi produk dari perusahaan management investasi, yang sebenarnya basisnya adalah konvensional.

Untuk strategi investasinya bagaimana? Kapan kita bisa mulai meraih keuntungan di reksa dana syariah?

Kita harus tahu, pada saat kita akan masuk, sudah harga yang pas atau nggak? Harga lagi mahal atau lagi murah? Ini ada analisa-analisanya. Kita sendiri, ada strategi kapan kita akan masuk atau kapan kita akan keluar. Tapi rata-rata fun manager tujuannya adalah lebih ke arah jangka menengah dan jangka panjang. Minimal sejelek-jelekya itu adalah 6 bulan, tapi sebaiknya di atas satu tahun, agar mendapatkan hasil yang optimal. Jadi ini memang harus long terms (jangka panjang).

Sumber : mysharing.co

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Investasi Syariah, Keuangan Syariah, Perencana Keuangan Syariah, Tips Keuangan Tagged with: , , ,
One comment on ““Investasi Reksa Dana Syariah Bukan Semata Hijrah, Tapi Keharusan”
  1. bhery says:

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pasar Modal . Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pasar modal yang bisa anda kunjungi di Blog Pasar Modal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Animated Social Media Icons by Acurax Responsive Web Designing Company
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On PinterestVisit Us On Instagram