Imbal Hasil Reksadana Syariah Lebih Tinggi

KinerjaRF201207290647264452 imbal hasil reksadana syariah yang lebih tinggi dari reksadana konvensional membuat reksadana syariah kian diminati oleh investor. Presiden Direktur Samuel Asset Management (SAM), Agus B Yanuar, mengatakan kinerja reksadana syariah di perusahaannya selalu mencatat tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Tahun lalu waktu indeks syariah turun, imbal hasil reksadana campuran maupun saham syariah tetap berkinerja positif, jadi menarik minat tidak hanya investor yang memerlukan produk investasi syariah tapi juga investor umum yang mencari return. Bahkan ada yayasan gereja yang memilih reksadana syariah karena returnnya lebih tinggi,” katanya. Sebagai contoh reksadana berimbang SAM memiliki return 25,61 persen, sedangkan reksadana berimbang konvensional 22,20 persen.

Selain itu, lanjut Agus, kinerja positif reksadana syariah SAM juga tak terlepas dari kemampuan portofolio manager berpengalaman lebih dari 15 tahun dan meracik investasinya sehingga menghasilkan return lebih baik. Agus memaparkan dalam tiga tahun terakhir pihaknya banyak berinvestasi di sektor perusahaan yang memiliki usaha domestik, seperti konsumer, properti, konstruksi, healthcare. “Jadi sektor domestik yang berhubungan erat dengan demografi,” ujar Agus.

Ia menjelaskan sampai 2035 pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang tinggi membuat sektor yang berhubungan erat dengan segmen pasar tersebut menguntungkan. Oleh karena itu, SAM juga mengurangi investasi di sektor yang berkaitan dengan ekspor karena ekonomi global yang sedang bermasalah sehingga tak heran jika porsi investasi ditempatkan lebih banyak di sektor domestik. “Untuk di tahun ini pun saya rasa sama, masih di sektitar domestik. Untuk syariah di konsumer, konstruksi, properti, healthcare, farmasi, dan industri lifestyle,” ungkap Agus.

Tumbuhnya kelas menengah di Indonesia telah mendukung pula industri reksadana tanah air. Agus menuturkan trennya sejak 2004 sampai sekarang adalah investor punya appetite/minat di produk yang lebih berisiko tinggi karena bentang waktu investasinya lebih panjang. Maka tak heran jika kini kebanyakan investor memilih investasi di pasar modal yang horison investasinya lebih panjang.

“Kelas menengah yang tumbuh juga cukup berpengaruh karena mereka lebih berpengetahuan dan biasanya punya rencana jangka menengah dan panjang yang lebih terukur,” jelas Agus. Biasanya pihaknya menyarankan investor memilih reksadana saham maupun campuran untuk investasi di atas tiga tahun, sehingga bisa memberikan hasil yang optimal. Namun jika di bawah tiga tahun investor dapat memilih reksadana pendapatan tetap. Sampai Maret 2014 investor di SAM sekitar 85 persen berasal dari institusi dan sisanya ritel.

Sumber : mysharing.co

Posted in Investasi Syariah, Perencana Keuangan Syariah Tagged with: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*