Hore, Pengetahuan Keuangan Masyarakat Indonesia Meningkat!

naik

Skor pengetahuan keuangan atau Financial Quotient (FinQ) Indonesia ternyata meningkat tiga poin menjadi60,7 poin dibanding 2012  yang hanya 57,7 poin. 

Hal itu terungkap dari hasil survei Citi FinQ terbaru yang dirilis Citi Indonesia baru-baru ini. FinQ sendiri, menurut retail bank segment marketing head, Citibank N.A Indonesia, Ivan Jaya, adalah istilah yang digunakan Citigroup untuk merujuk kepada kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencana keuangan dan mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik.


Selain Indonesia, Citigroup juga melakukan survei terhadap masyarakat di 11 negara di Asia Pasifik untuk mengukur tingkat kesejahteraan keuangan dan memahami latar belakang aktifitas keuangan mereka, yang kemudian dirumuskan menjadi Citi FinQ. 

Survei tahunan ini dilakukan terhadap masyarakat Indonesia dengan gender, umur, domisili dan tingkat pendapatan yang berbeda. Beberapa kategori yang termasuk dalam penghitungan FinQ mencakup penganggaran, program tabungan, perencanaan pensiun, investasi, dan kepemilikan rumah. 

Pada 2013, skor FinQ Indonesia tersebut ternyata lebih tinggi dibanding negara lain seperti Filipina dengan 54,7 poin. Namun demikian, data juga menunjukkan bahwa hanya 36 persen responden di Indonesia yang mengaku mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya, lebih rendah dari 39 persen yang dihasilkan oleh responden di Filipina. 

Citi FinQ 2013 juga menunjukkan adanya pergerakan dalam tren pengelolaan kekayaan (wealth management) masyarakat di Indonesia, termasuk dalam hal investasi. Pada 2011, dana tunai (termasuk tabungan dan deposito) merupakan pilihan investasi paling populer di Indonesia. Hasil survei terbaru menunujukan bahwa properti telah mengambil alih posisi sebagai bentuk investasi paling populer di Indonesia, diikuti oleh dana tunai dan asuransi. 

Menurut analisis Boston Consulting Group pada pertengahan tahun lalu, setiap tahunnya akan ada sekitar 8 hingga 9 juta orang Indonesia yang memasuki kelas menengah (emerging affluent) dan kelas atas (affluent), seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi negara. Hal tersebut juga tercermin di salah satu kategori survei di mana 78 persen responden mengatakan bahwa mereka tertarik untuk menggunakan jasa pengelolaan kekayaan (wealth management), walaupun hanya 11 persen dari total responden yang sudah menggunakan jasa wealth management. 

Secara keseluruhan, skor FinQ Indonesia (60,7 poin) telah mengalami peningkatan sebesar delapan poin sejak survei ini pertama kali dilakukan pada Oktober 2007. Saat itu FinQ Indonesia tercatat 52,7 poin. Peningkatan pemahaman keuangan masyarakat tersebut tidak lepas dari suksesnya berbagai kegiatan pendidikan keuangan yang dilakukan oleh pemerintah dan juga oleh pihak swasta, termasuk oleh Citi indonesia.

 (Antono Purnomo)

http://www.readersdigest.co.id

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Uncategorized Tagged with: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*