Cara Saya Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Sarjana-Ilustrasi

Berikut ini kiriman pengalaman dari salah seorang pembaca blog Amanahsharia.com dengan alamat email sitixxxxxxxx@yahoo.com. Tulisan ini telah diedit oleh tim editor kami tanpa mengurangi esensi ceritanya. Jika ingin berkomentar harap tidak memberikan komentar yang menyakiti, terima kasih (admin).

              Saya seorang ibu berusia 45 tahun, memiliki 2 anak berusia 18 dan 13 tahun. Anak pertama saya baru saja diterima kuliah di universitas negeri di Depok jawa barat. Alhamdulillah, tidak harus membayar uang gedung sama sekali dan memilih membayar uang kuliah persemester  Rp. 7,5 juta.  Saya sudah memiliki tabungan sampai 100 juta untuk persiapan masuk kuliah anak saya, jadi seandainya dia tidak masuk kuliah di tempat sekarang, saya tetap mampu membiayai kuliahnya di universitas swasta. Karena dia tidak menggunakan cadangan uang gedung tersebut, maka saya memasukkan uang itu kedalam deposito sehingga tiap semester uang kuliahnya sudah tersedia. Sekarang saya berkonsentrasi penuh berinvestasi membuat dana pendidikan untuk adiknya.

                Saya bukan orang kaya dan tidak memiliki penghasilan besar. Tapi pengalaman keluarga saya saat berjuang untuk bisa kuliah menginspirasi saya untuk mulai menyiapkan dana pendidikan buat anak-anak saya. Dikeluarga saya hanya saya yang bisa kuliah dengan tenang sampai Sarjana, karena bisa masuk PTN, yang saat itu uang kuliahnya murah sekali.  Sedangkan kakak dan adik saya harus berjuang kuliah sampai D3 dulu dilanjutkan bekerja sambil kuliah untuk bisa  meraih S1 karena harus kuliah di perguruan tinggi swasta. Bahkan adik saya harus kuliah di universitas yang saat itu kurang dikenal, karena orang tua kami makin terbatas dananya.

          Saya mulai menyiapkan dana pendidikan anak saya juga bertahap. Awalnya saya membuka tabungan pendidikan. Saat  saya mampu menyisihkan dana lagi, saya membuka asuransi pendidikan. Setelah mengenal ilmu perencana keuangan, dan belajar investasi, saya memindahkan tabungan pendidikan anak saya ke reksadana. Begitu juga saat saya mendapatkan dana untuk masuk SD, SMP dan SMA dari asuransi pendidikan anak saya, dana itu saya belikan produk investasi sukuk. Karena kami tinggal di DKI Jakarta, uang sekolah SD-SMA negeri gratis semua. Alhamdulillah, meskipun pelan-pelan belajar investasi, dan pelan-pelan melakukan investasi, saya bisa mencapai jumlah yang saya anggap layak untuk bisa memasukkan anak saya kuliah di universitas swasta yang cukup ternama. Kalau akhirnya anak saya mampu kuliah di PTN itu adalah bonus buat saya.

             Bukan bermaksud riya, tapi ingin menginspirasi teman-teman disini, segera buat perencanaan dan  mulai deh berinvestasi, pelan-pelan perbaiki cara investasi sambil jalan. Insya Allah akan sampai juga ke tujuan. Awalnya mungkin agak dipaksakan lama-lama akan terbiasa.

 

Daftarkan email Anda
Untuk mendapat info terbaru dari kami
Posted in Motivasi, Perencana Keuangan Syariah, Tips Keuangan Tagged with: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*