Blog

by Shinta Rahmani

Dalam perencanaan keuangan syariah, investasi bukanlah langkah pertama atau kedua.  Urutan melakukan investasi ada dibagian belakang. Hal ini menunjukkan bahwa, sebelum berinvestasi, Anda perlu menata dan mengelola keuangan Anda terlebih dahulu. Setelah itu barulah melakukan investasi.

Saya perlu mengingatkan ini, karena tulisan saya tentang kebun emas, tampaknya sudah mendorong semangat beberapa teman untuk coba-coba berinvestasi.  Padahal investasi bukan hanya coba-coba, tapi perlu perlu pemikiran yang memadai

DECEMBER 25, 2009     by shinta rahmani

Beberapa waktu yang lalu,  ada seorang laki-laki yang meninggal 3 tahun setelah memasuki masa pensiun dari sebuah lembaga pemerintah, karena sakit  kanker hati. Sebelum pensiun lelaki itu adalah seorang Direktur disebuah Lembaga Pemerintah tersebut, sehingga hidupnya sangat berkecukupan. Sayangnya, ia meninggal hanya 6 bulan setelah vonis kanker hati, dengan kondisi yang mengenaskan karena ia tidak mendapat perawatan yang

September 9, 2009 by Shinta Rahmani

Artikel ini rencananya akan saya upload bulan depan, namun saya mengubah rencana saya untuk mendahulukan artikel tentang hutang. Saya seperti diingatkan untuk segera berbagi artikel tentang hutang ini ketika minggu lalu mendengar cerita teman yang sembuh dari masa krisis karena sakit. Dalam keadaan koma, dia ditanya oleh seseorang apakah sudah melunasi semua hutang-hutangnya?

            Banyak sekali dari kita yang memiliki hutang. Macam-macam bentuknya,

Sudah hampir 6 bulan saya belum upload tulisan lagi di blog ini. Alhamdulillah, hari ini saya ingin berbagi tulisan dengan teman-teman yang terus mendorong saya untuk sharing tentang investas berkebun emas, yang sedang booming saat ini. Rata-rata Pertanyaannya sama yaitu apa sih kebun emas itu? Dan halal-kah investasi  berkebun emas?

Sejujurnya, saya agak takut menjawab pertanyaan tentang halalkah investasi berkebun emas. Namun untuk informasi saja, salah satu bank syariah, telah menjadi

Saya salah ketik dengan menuliskan judul diatas ? Tidak, Judul tulisan ini memang demikian. Kita mengenal suatu peribahasa yang berbunyi “ Besar pasak daripada tiang” untuk menggambarkan orang yang membelanjakan uangnya melebihi penghasilannya. Nah, judul tulisan ini adalah “ Besar tiang dari pada pasak” artinya penghasilan melebihi uang yang dibelanjakan. Ini merupakan syarat utama dan terpenting untuk melakukan perencanaan keuangan.

            Tapi tunggu dulu, pasti banyak yang protes, begini protesnya :

Apa yang dimaksud dengan Perencana Keuangan Syariah? Apa pula bedanya dengan Perencana keuangan yang konvensional?

Pertanyaan diatas kerapkali ditanyakan kepada saya, jika saya mulai membicarakan perencanaan keuangan syariah. Apa Perencana Keuangan syariah cuma ikut-ikutan ditempeli kata syariah dibelakangnya hingga mencerminkan sesuatu yang kelihatannya berbeda dengan perencana keuangan biasa?

Secara cepat saya bisa sebutkan bahwa perencanaan keuangan syariah adalah bentuk merencanakan keuangan keluarga yang dilandasi nilai-nilai Islami, sehingga hukum yang

Asal Mula

AUGUST 25, 2009    by shinta rahmani

Setiap saya browsing di internet, saya banyak menerima tawaran untuk mendapatkan rahasia atau tip serta petunjuk untuk menjadi kaya secara mudah dan cepat. Tawaran tersebut menjanjikan kekayaan puluhan juta hanya dalam waktu beberapa minggu, tanpa bekerja. Secara logika, tawaran seperti itu tidak masuk akal. Bagaimana mungkin bermodalkan uang sebesar 80 ribu rupiah

AUGUST 25, 2009         by shinta rahmani

PKBerapa banyak dari kita yang paham apa  perencana keuangan itu? Waktu saya cerita keteman-teman kalau saya ingin mengikuti pendidikan perencana keuangan, mereka banyak yang berpikir saya mau jadi agen asuransi. Pikiran ini tidak salah, karena kalau kita googling perencana keuangan, maka yang keluar adalah iklan agen asuransi.